Bimbingan Teknis Pengenalan Website Desa

Kreasi Seni Tari Merak dari Wisma Unpas
Pembukaan acara oleh Bpk. H. Abu Bakar ( Bupati Bandung Barat )
Penandatanganan MOU oleh Bpk. H. Abu Bakar ( Bupati Bandung Barat ) dan Irman Meilardi ( Direktur Eksekutif BP2DK )

Narasumber Bpk. Irman Meilardi
Narasumber Bpk. Riksa
Narasumber Bpk. Semuel Abrijani Pangerapan, B.sc

Mengusung tema menuju Bandung Barat Smart City Berbasis Smart Village 2018. Dinas komunikasi, informatika dan statistik Kabupaten Bandung Barat mengadakan Bimbingan Teknis Pengenalan Website Desa yang dilaksanakan pada :

Hari, tanggal : selasa, 20 Februari 2018

Waktu             : 08 : 00 – selesai

Tempat           : Hotel Panorama Lembang

Acara              : Penandatanganan MOU antara pemerintah Kabupaten Bandung Barat dengan badan prakarsa pemberdayaan Desa dan Kawasan ( BP2DK )

Kegiatan dihadiri oleh :

1. Bpk. H Abu Bakar ( Bupati Bandung Barat )

2. Bpk. Semuel Abrijani Pangerapan, B.sc ( Dirjen Aplikasi Informatika )

3. Irman Meilardi ( Direktur Eksekutif BP2DK )

4. Perwakilan Sekretaris Desa dan Admin Website Desa.

Di awali dengan kreasi seni Tari Merak dari Wisma Unpas dilanjutkan dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya kemudian acara di buka oleh Bpk. H Abu Bakar ( Bupati Bandung Barat ).

Tujuan dari Bimbingan teknis Pengenalan Website Desa ini adalah untuk meningkatkan kemampuan operator Desa dalam menjalankan Website Desa.

Sedangkan tujuan dari Penandatanganan MOU antara pemerintah Kabupaten Bandung Barat dengan badan prakarsa pemberdayaan Desa dan Kawasan ( BP2DK ) adalah untuk memperkuat program menuju Bandung Barat Smart City berbasis Smart Village 2018.

Beberapa pertanyaan dari peserta kegiatan dan jawaban dari narasumber

Pertanyaan

1. Peta ?

2. Jaminan keamanan data desa ?

3. Kelengkapan data ditambah dengan photo ?

4. Website desa yang sudah ada ?

Jawaban

1. Standar peta sesuai dengan google map ( hanya peta saja untuk data – data tidak diberikan ke pihak google.

2. Untuk keamanan data akan selalu dilakukan audit supaya lebih aman.

3. Akan di kaji ulang.

4. Website desa yang sudah ada masih bisa diintegrasikan dengan sideka tetapi prosesnya akan lumayan lama ( masih dalam kajian ).

Sekian yang dapat disampaikan

 

Hatur nuhun

 

Ttd

Administrator

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan